Connect with us

Uncategorized

Dampak Bencana Alam Di Sumbar, Harga Cabai Merah DiBungo Makin Pedas.

Published

on

Kabarredaksi.id – Muara Bungo – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh, mulai berdampak pada pasokan cabai di Kota Bungo, Hal ini membuat harga cabai mulai merangkak naik. Kenaikan harga sejumlah bahan pokok kembali terjadi di Pasar Tradisional Modern Muara Bungo.


Pasokan cabai dari Sumatra barat mulai berkurang dalam 4 hari ini. Selama ini pedagang ambil dari Medan, Padang,” kata Panji Minggu (30/11/2025).

Panji menyebut dampak gangguan distribusi langsung terlihat pada harga. Sejak 3 hari lalu, harga cabai mulai merangkak naik.

Untuk cabai rawit tembus Rp 45 ribu per kilogram, dan cabai merah besar ikut naik ke Rp 85 ribu per kilogram. Harga itu diperkirakan akan terus mengalami kenaikan.

“Pasokan berkurang, jadi pedagang sementara ini mengambil dari curub. Selama ini memang ada pasokan dari curub, terutama cabai rawit, tapi dari sisi volume dan harga biasanya lebih murah dari Padang dan Medan,” jelasnya.

Menurut Panji, Bungo selama ini sangat mengandalkan pasokan dari sentra di Medan, Padang, Jambi, hingga Aceh. Namun banjir, cuaca ekstrem, dan akses jalan yang rusak seperti jembatan putus menyebabkan distribusi tidak dapat berjalan.

“Secara otomatis pasokan ke Bungo terganggu. Harapannya bencana di Sumatra cepat tertangani agar distribusi bisa normal kembali,” ucapnya.

Panji merinci,sebagai pedagang kebutuhan cabai di Bungo mencapai sekitar 5 ton per hari untuk konsumsi, bahkan bisa lebih dari 10 ton jika dihitung total kebutuhan pasar.

“Ketika pasokan dari Sumatra terganggu, Bungo terpaksa mengandalkan suplai dari Jawa,” ujarnya

Sementara itu, komoditas lain seperti Ayam potong juga alami kenaikan sekitar 40 Ribu per kilo gramnya telur ayam masih relatif aman.

“Untuk telur kan lewat distributor, jadi komunikasi kita terus jalan. Biasanya laporan mingguan, tapi karena kondisi seperti ini kita minta update harian,” ujarnya.

Panji menjelaskan cabai merupakan komoditas tanpa stok panjang, hanya memiliki ketahanan 3-5 hari sehingga rentan terhadap gangguan distribusi.

“Potensi kenaikan harga masih ada. Cabai sudah naik selama 3 hari ini. Solusinya ambil pasokan dari daerah lain,” ujarnya.Rd.

Bagikan :

Trending