Bungo
Sempat Naik Awal Januari 2024, Dinas Kesehatan Bungo klaim kasus DBD kembali turun.
Kabarredaksi.id.Muara Bungo – Klaim Kasus demam berdarah (DBD) di Bungo turun pada pertengahan tahun 2024. Kasus DBD tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya.
Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bungo dr, Safaruddin Matondang M.PH mengatakan bahwa kasus DBD memasuki pertengahan tahun 2024 turun dibanding tahun sebelumnya. Dikatakannya berdasarkan Data kasus DBD tertinggi berada pada bulan Januari di Kecamatan Pelepat Ilir dengan jumlah 35 kasus.sedangkan kasus terendah berada di bulan Juni 2024 terdapat 6 Kasus.
Namun meski begitu upaya maksimal telah dilakukan Dinkes Bungo melalui tim P2PM, salah satunya dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui Kelurahan serta RT atau RW serta Dusun terkait 3M.
“Sebelumnya kita sudah melakukan upaya maksimal dengan turun ke masyarakat dan mengajak RT/RW untuk melakukan 3M,” ujar Kadis, Senin (24/6/2024).
Seperti yang diketahui gerakan 3M merupakan salah satu langkah dalam menekan angka penyebaran penyakit DBD. Dengan cara melakukan menguras tempat penampungan air, mengubur benda-benda yang tidak terpakai terutama benda yang dapat menampung air.

Seperti kaleng bekas ataupun botol bekas dan langkah terakhir yakni menutup tempat-tempat penampungan air agak nyamuk tidak berkembang biak.
Safaruddin menambahkan masyarakat perlu bergotong royong membersihkan lingkungan dan parit agar tidak menjadi sarang bagi nyamuk aedes aegypti.
“Kita tentunya menghimbau masyarakat untuk selalu bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan nya, agar tidak ada lagi sarang nyamuk penyebab DBD ini,” ungkapnya.
Dirinya juga menambahkan Tim P2PM Dinkes Bungo selalu memantau aktif kasus DBD serta memberikan abate kepada warga untuk ditebar di bak mandi. Safaruddin juga mengatakan jentik nyamuk akan tumbuh dalam 10-11 hari. Untuk itu disarankan kepada warga agar menguras bak mandi sekali seminggu atau selama 7 hari secara berkala.
“Kita alhamdulillah juga sudah berikan abate kepada warga dan tentunya ini dapat mencegah nyamuk tersebut berkeliaran. Jentik nyamuk itu dia tumbuh pada hari ke 10-11, maka untuk mencegah ia tumbuh dan menjadi nyamuk, kita kuras bak mandi di hari ketujuh. Untuk itu kita imbau agar masyarakat bisa bersihkan bak mandinya di hari ke-7,” jelasnya.
Safaruddin menyebut selain dengan pemberian abate, untuk mencegah kasus DBD menular, serta populasi nyamuk berpindah, diperlukan fogging atau pengasapan.
“Jadi selain abate juga perlu dilakukan fogging, tapi ini sifatnya hanya pengendalian antar lingkungan, dan sementara,” tutupnya.Redaksi
-
Bungo1 tahun agoCabup 02 Jumiwan Aguza Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Politik Uang
-
Bungo1 tahun agoNy Suci Ramadhani Isteri Cawabup 01 Ustadz Dayat yang Berdarah Pariaman
-
Uncategorized1 tahun agoDinkes Bungo Launching PKG, Masyarakat Kini Bisa Cek Kesehatan Secara Gratis
-
Bungo1 tahun agoRibuan Masyarakat Se Muko-Muko Bathin VII Kompak Dukung Dedy Putra untuk Bupati Bungo
-
Bungo1 tahun agoIngin Dusunnya Berubah, Masyarakat Batu Kerbau Berharap Dedy Putra Terpilih Jadi Bupati
-
Bungo1 tahun agoIntensitas Curah Hujan Tinggi, BPBD Bungo Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan akan Terjadi Banjir dan Longsor
-
Bungo1 tahun agoDikenal Sederhana dan Merakyat, Dedy Putra Diidamkan Pimpin Kabupaten Bungo
-
Bungo2 tahun agoPantarlih KPU Bungo, Sambangi Kediaman Wabup Bungo Lakukan Coklit Pilkada 2024



