Connect with us

Uncategorized

Kasus DBD di Bungo terus Menurun, Dinkes Minta Masyarakat Waspadai cuaca Tak Menentu.

Published

on

Kabarredaksi.id – Muara Bungo – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bungo tiap bulannya terus menunjukkan tren penurunan, tepatnya dari januari hingga Bulan April tahun 2026.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bungo,Dr.H Safaruddin Matondang,memastikan pihaknya tak akan lengah dengan keadaan tersebut.

Sosialisasi akan bahaya penyakit tersebut tetap terus digalakkan, guna meningkatkan kewaspadaan sekaligus menekan kasus baru.

“Jadi terus kita gencarkan sosialisasi melalui teman-teman di Puskesmas, kalau dulu gejala panas 2 hari sudah harus dibawa ke rumah sakit, tapi sekarang kita lebih hati-hati dengan hari keempat dan kelima,” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Dinkes Bungo, Dr.H.Safaruddin Matondang mengungkapkan merebaknya DBD dipicu datangnya musim kemarau basah dan sesekali terjadi hujan.

Keadaan tersebut membuat jentik nyamuk Aedes Aegypti menemukan genangan air yang pas untuk berkembang biak.

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara massif terus digalakkan, pasalnya hal tersebut masih dinilai sebagai cara paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD.

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara massif terus digalakkan, pasalnya hal tersebut masih dinilai sebagai cara paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD.

Dirinya berharap, masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada genangan air yang mudah ditemukan pada tumpukan sampah atau barang bekas.

Meski tren kasus terus menunjukkan penurunan, ia berharap masyarakat tetap waspada.

Selain itu, dari bulan januari hingga februari terdapat Nol kasus DBD, namun pada bulan maret ada 4 kasus dan bulan april 4 kasus DBD.

Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya 2025 dari januari hingga april terdapat 43 kasus DBD,dan ini menunjukan kasus DBD 4 bulan di tahun 2026 terjadi penurunan yang cukup signifikan.Redaksi

Bagikan :

Trending