Connect with us

Uncategorized

Percepatan Penurunan Stunting, Balai KB Pasar Muara Bungo Bersama TP3S Gelar Minilok/Rembuk Stunting

Published

on

Kabarredaksi.id,Muara Bungo – Dalam upaya mendukung program Pemerintah Pusat, untuk percepatan penurunan stunting, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (Balai KB) Kecamatan Pasar Muara Bungo bersama TP3S Bungo menggelar kegiatan Minilok atau rembuk stunting yang bertempat di Aula Balai KB Pasar Muara Bungo, pada Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, antara lain perwakilan dari Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan lurah, para Kader KB, Kader Posyandu, anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK), PKK, serta tokoh masyarakat.

Minilok ini merupakan forum strategis yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian program serta merumuskan langkah konkret dan sinergis dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan.

Dalam sambutannya, Koordinator PKB Kecamatan Pasar Muara Bungo Satri Husnawita SI, menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas penyuluh dari balai saja.

“Penurunan stunting memerlukan kolaborasi antar sektor, termasuk peran aktif kelurahan, kader, dan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan Minilok ini menjadi ruang koordinasi yang sangat penting untuk menyatukan langkah dan strategi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial P3A dan P2KB Kabupaten Bungo, Ardani menegaskan pihaknya selaku sekretaris TP3S dalam percepatan penurunan stunting.

“Kami di TP3S menegaskan bahwa seluruh lintas sektor harus bekerja lebih terintegrasi. Intervensi spesifik dan sensitif wajib berjalan seiring, dan pendekatan holistik kepada masyarakat harus semakin diperkuat agar hasilnya benar-benar berdampak,” ujarnya.

Saat ini angka stunting di Kabupaten Bungo berada di 20,4 persen, turun dari 30,7 persen, namun target kita pada tahun 2026 adalah 13 persen.

Tantangannya memang masih ada, terutama soal pendataan yang belum maksimal. Karena itu kita akan memperbaiki kekuatan dan keakuratan data agar perhitungan di lapangan lebih tepat dan intervensi lebih efektif.Rd

Bagikan :

Trending